Sabtu, 13 Oktober 2012

Pendahuluan Etika Sebagai Tinjauan



Pengertian Etika
Etika (Yunani Kuno: "ethikos", berarti "timbul dari kebiasaan") adalah sebuah sesuatu dimana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab.
Etika adalah ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlaq); kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlaq; nilai mengenai nilai benar dan salah, yang dianut suatu golongan atau masyarakat. (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1989)
Etika adalah suatu ilmu yang membahas tentang bagaimana dan mengapa kita mengikuti suatu ajaran moral tertentu atau bagaimana kita harus mengambil sikap yang bertanggung jawab berhadapan dengan pelbagai ajaran moral. (Suseno, 1987)
http://id.wikipedia.org/wiki/Etika

Prinsip-prinsip etika
1. Prinsip tanggung jawab terhadap pelaksanaan pekerjaan dan hasilnya
   terhadap dampak pekerjaab terhadap orang lain
2. Prinsip keadilan, tidak merugikan; membedakan orang lain.
3. Prinsip Otonomi.
Kebebasan sepenuhnya dalam menjalankan profesinya, tetapi dibatasi tanggungjawab dan komitmen  profesional dan  tidak mengganggu kepentingan umum.
4. Prinsip integritas moral yang tinggi.
    Komitmen pribadi menjaga keluhuran profesi.

Basis teori etika
a)      Etika Teleologi dari kata Yunani, telos = tujuan. Mengukur baik buruknya suatu tindakan
berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu. Dua aliran etika teleologi :
·    Egoisme Etis
Inti pandangan egoisme adalah bahwa tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar pribadi dan memajukan dirinya sendiri. Satu-satunya tujuan tindakan moral setiap orang adalah mengejar kepentingan pribadi dan memajukan dirinya. Egoisme ini baru menjadi persoalan serius ketika ia cenderung menjadihedonistis, yaitu ketika kebahagiaan dan kepentingan pribadi diterjemahkan semata-mata sebagai kenikmatan fisik yg bersifat vulgar.

·    Utiliarianisme
Berasal dari bahasa latin utilis yang berarti “bermanfaat”. Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja satu dua orang melainkan masyarakat sebagai keseluruhan. Dalam rangka pemikiran utilitarianisme, kriteria untuk menentukan baik buruknya suatu perbuatan adalah “the greatest happiness of the greatest number”, kebahagiaan terbesar dari jumlah orang yang terbesar.

Deontologi
Istilah deontologi berasal dari kata Yunani ‘deon’ yang berarti kewajiban.‘Mengapa perbuatan ini baik dan perbuatan itu harus ditolak sebagai buruk’, deontologi menjawab : ‘karena perbuatan pertama menjadi kewajiban kita dan karena perbuatan kedua dilarang’. Yang menjadi dasar baik buruknya perbuatan adalah kewajiban. Pendekatan deontologi sudah diterima dalam konteks agama, sekarang merupakan juga salah satu teori etika yang terpenting.

 Teori Hak
Dalam pemikiran moral dewasa ini barangkali teori hak ini adalah pendekatan yang paling banyak dipakai untuk mengevaluasi baik buruknya suatu perbuatan atau perilaku. Teori Hak merupakan suatu aspek dari teori deontologi, karena berkaitan dengan kewajiban. Hak dan kewajiban bagaikan dua sisi uang logam yang sama. Hak didasarkan atas martabat manusia dan martabat semua manusia itu sama. Karena itu hak sangat cocok dengan suasana pemikiran demokratis.

Teori Keutamaan (Virtue)
Memandang sikap atau akhlak seseorang. Tidak ditanyakan apakah suatu perbuatan tertentu adil, atau jujur, atau murah hati dan sebagainya. Keutamaan bisa didefinisikan sebagai berikut : disposisi watak yang telah diperoleh seseorang dan memungkinkan dia untuk bertingkah laku baik secara moral. Contoh keutamaan :
a.    Kebijaksanaan
b.   Keadilan
c.   Suka bekerja keras
d.   Hidup yang baik
http://mynameisanggun-bukuhariananggun.blogspot.com/

Egoisme
Egoisme merupakan dorongan untuk mempertahankan dan memaksimalkan keuntungan untuk diri sendiri. Egoisme pada dasarnya dimiliki manusia layaknya hak asasi manusia, sudah ada pada pribadi masing-masing manusia, namun kadarnya berbeda-beda. Egoisme merupakan keadaan dimana kita mengutamakan diri sendiri diatas kepentingan orang lainEgoisme memiliki dasar yang sama dengan narsisme yaitu sama-sama “mencintai diri sendiri secara lebih”.
Dalam bahasa yunani egoisme berasal dari kata “ego” yang berarti dan “isme” yang menunjukkan filsafat.

Perilaku Etika dalam Bisnis


Perilaku Etika dalam Bisnis

1. Lingkungan bisnis yang mempengaruhi Perilaku Etika
Kehidupan manusia sangat erat kaitannya dengan bisnis yang dilaksanakan. Keterkaitan itu berdampak pada terbentuknya perilaku etika manusia.  Bagaimana cara bisnis itu dilakukan nantinya akan berdampak pada pembentukan perilaku etika yang berkembang di masyarakat. Jika bisnis yang dilakukan merupaka bisnis yang bersis dan berorientasi pada profit yang wajar maka perilaku etika masyarakat akan cenderung bersikap sportif  dan tidak serakah. Namun jika bisnis tersebut dilakukan dengan orientasi profit sebesar-besarnya dan menghalalkan segala cara maka perilaku tersebut secara tidak langsung junga membentuk perilaku etika masyarakat menjadi serakah dan cenderung tidak sportif.

2. Kesaling - tergantungan antara bisnis dan masyarakat
Bisnis terbentuk karena manusia melalukan berbagai transaksi demi kelangsungan hidup mereka.
Sehingga bisnis menjadi ladang pemenuhan kebutuhan hidup manusia, dari bisnis lah uang
datang dan manusia dapat memenuhi segala kebutuhannya. Ketergantungan ini mendominasi terbentuknya perrilaku hidup masyarakat.

3.Kepedulian pelaku bisnis terhadap etika
Besarnya pengaruh bisnis akan perilaku etika masyarakat menyadarkan para pelaku bisnis untuk menjalankan bisnis secara sehat, demi terbentuknya etika positif dalam kehidupan masyarakat.
Banyak pelaku bisnis yangn sudah melakukan campaign etika positif  dalam menjalankan bisnis mereka. Seperti salah satu produsen air mineral yang menambahkan pesan untuk meremukan botol air mineral agar tidak digunakan kembali oleh oknum tidak berwenang/curang. Dan tentu saja berpesan untuk membuangnya pada tempat sampah. Pesan dalam iklan tersebut membentuk prilaku etika masyarakat untuk menjaga dan memelihara lingkungan agar tetap bersih dan sehat.

Minggu, 07 Oktober 2012

Etika Menggunakan Handphone Saat Berkendara


Etika Menggunakan Handphone Saat Berkendara
Angka kecelakaan akibat penggunaan ponsel meningkat

 Angka kecelakaan yang disebabkan penggunaa ponsel saat berkendara semakin meningkat dari tahun ke tahun. Jumlah ini bahkan lebih tinggi dari kematian yang disebabkan oleh penyakit.

"Angka kecelakaan yang disebabkan pengendara menggunakan ponsel itu naik 1.200 persen dari tahun 2009 ke 2010. Angka ini didasarkan pada data yang berhasil dikumpulkan oleh Polda Metro Jaya," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, usai apel peluncuran tim pemantau mudik lebaran di Gedung Kemenkominfo, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (6/8).

Tifatul menambahkan, dengan menggunakan ponsel ketika berkendara menyebabkan konsentrasi pengemudi terpecah. Untuk itu, Tifatul menyarankan kepada pemudik untuk mampir ke posko komunikasi yang telah disiapkan di sepanjang jalur mudik. "Lebih baik berhenti dulu di posko untuk menggunakan ponsel. Jangan ketika berkendara, sangat berbahaya," kata dia.

Selain itu, kata Tifatul, agar dapat memberikan layanan yang maksimal kepada pemudik, Kemenkominfo telah menyiapkan layanan berupa SMS yang berisi informasi mudik. "Kami telah bekerjasama dengan mitra operator untuk memberikan pelayanan SMS informasi mudik," terang dia.

Lebih lanjut, Tifatul berharap, angka kecelakaan akibat penggunaan ponsel saat berkendara dapat lebih ditekan. "Kami ingin para pemudik dapat pulang dengan selamat. Untuk itu, stop menelepon saat berkendara," imbaunya
http://www.merdeka.com/peristiwa/angka-kecelakaan-akibat-penggunaan-ponsel-meningkat.html

Tanggapan :
Etika ini merupakan hasil yang paling sering dilakukan masyarakat Indonesia. Etika ini sudah menjadi hal yang lumrah bagi para pengendara mobil maupun motor, yang sangat riskan terhadap kecelakaan lalu lintas. Menggunakan Handphone saat berkendara terkadang merupakan alternative lain penghilang stress saat berkendara terutama saat berada dikemacetan kota ataupun saat merasa kesepian saat dalam perjalanan seperti menelepon kerabat atau bahkan berkirim pesan yang mungkin sekarang orang lebih menggunakan Blackberry messanger (BBM). Hal tersebut tanpa disadari sangat berbahaya bagi diri sendiri maupun bagi pebgguna jalan lainnya. Etika menerlpon atau berkirim pesan saat berkendara dapat menurunkan konsentrasi pengemudi kendaraan yang dapat berakibat kecelakaan.
Sudah banyak kasus kecelakaan yang diakibatkan penggunaan telepon genggam saat berkendara namun hal ini tidak serta merta membuat jera dan menghilangnya etika ini.
Berbagai cara telah diterapkan termasuk pemasangan spanduk dan mengiriman pesan singkat mealalu menkominfo tentang larangan penggunaan ponsel saat berkendara, namun etika ini tidak akan hilang tanpa adanya kesadaran masyarakat akan keselamatan berkendasra bagi semua pengguna jalan.
Oleh karena itu sebaiknya matikan ponsel atau aktifkan profile Hening saat berkendara agar konsentrasi tidak terganggu.
Sebagai masyarakat yang modern dan didukung dengan perkembangan teknologi yang cepat masyarakat harus lebih aware akan keberadaan ponsel, ponsel merupakan alat bantu yang memudahkan mobilitas komunikasi manusia, namun juga bisa menjadi alat yang berbahaya bila tidak digunakan secara bijaksana seperti menggunakannya saat berkendara. Oleh karena itu utamakan keselamatan kita bersama ya :) 
 sri utami n 24209121 4eb13